Adat Asli Suku Sasak Lombok
Suku sasak adalah suku asli Pulau Lombok. Ada yang unik dari tradisi dan
adat-istiadat yang dimiliki oleh suku Sasak dari Pulau Lombok ini,
khususnya tata cara pernikahan suku Sasak Lombok. Tradisi unik ini
berlangsung sebelum pernikahan yang dilakukan oleh seorang pemuda yang
disebut sebagai ‘Teruna’. Tradisi ini mengharuskan para teruna menculik
atau mencuri pasangannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak
keluarga perempuan. Jika dalam sehari semalam, gadis tersebut tidak
terdengar kabarnya maka dia dianggap sudah menikah.
Asal Nama
Asal nama sasak kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya
sampan. Dalam Kitab Negara Kertagama kata Sasak disebut menjadi satu
dengan Pulau Lombok. Yakni Lombok Sasak Mirah Adhi. Dalam
tradisi lisan warga setempat kata sasak dipercaya berasal dari kata
“sa’-saq” yang artinya yang satu. Kemudian Lombok berasal dari kata Lomboq yang
artinya lurus. Maka jika digabung kata Sa’ Saq Lomboq artinya sesuatu
yang lurus. banyak juga yang menerjemahkannya sebagai jalan yang lurus.
Lombo Mirah Sasak Adi adalah salah satu kutipan dari kakawin
Nagarakretagama ( Desawarnana ), sebuah kitab yang mnemuat tentang
kekuasaan dan kepemerintahaan kerajaan Majapahit, gubanan Mpu Prapanca.
kata “lombok” dalam bahasa kawi berarti lurus atao jujur, “Mirah”
berarti permata, “sasak” berarti kenyataan dan “adi” artinya yang baik
atau yang utama. Maka Lombok Mirah Sasak Adi berarti kejujuran adalah
permata kenyataan yang baik atau utama.
Ada Tradisi Kawin Lari
Kawin Lari merupakan tradisi masyarakat Lombok khususnya suku sasak.
Mencuri untuk menikah lebih kesatria dibandingkan meminta kepada orang
tuanya. Namun ada aturan dalam mencuri gadis di suku asli di Pulau
Lombok. Dan gadis itu tidak boleh dibawa langsung ke rumah lelaki, harus
dititipkan ke kerabat laki-laki. Setelah sehari menginap pihak kerabat
laki-laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai
pemebritahuan bahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di satu tempat
tetapi tempat menyembunyikan gadis itu dirahasiakan, tidak boleh
ketahuan keluarga perempuan.
Tradisi Presean
Tradisi Peresean merupakan salah satu Tradisi warisan nenek moyang sebagai bagian Upacara adat Suku Sasak (Orang
Lombok), asal usul tradisi ini dimulai dari legenda pertarungan sampai
mati dua orang laki-laki yang merupakan tunangan dari Ratu Mandalika, disamping itu latar belakang dari tradisi ini adalah pelampiasan Emosi Para Raja di Masa Lampau ketika berperang melawan musuh.
Dengan Melihat Latar belakang Tradisi Presean, mungkin kita bisa menebak bagaimana bentuk Tradisi ini, bisa dikatakan ini adalah Tarian kuno yang merupakan upacara adat dari Suku Sasak yang membawa falsafah tentang keberanian,ketangkasan dan ketangguhan orang-orang lombok sebagai petarung (Pepadu).

Keren cuy kapan" saya mau main ke lomboh ahhh
BalasHapus